Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00
Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00


Ada satu hal yang sering dirasakan jamaah setelah pulang umroh.
Bukan cuma rindu suasananya.
Bukan cuma rindu Masjid Nabawi atau Makkah.
Tapi juga… rindu makanannya 😄
Karena selama di Tanah Suci,
banyak jamaah mulai terbiasa dengan rasa,
aroma,
dan kebiasaan makan yang berbeda.
Dan anehnya,
setelah kembali ke rumah,
beberapa makanan itu justru sering tiba-tiba teringat lagi.

Ini yang paling sering dirindukan.
Bahkan orang yang sebelumnya jarang makan kurma,
kadang setelah umroh malah jadi terbiasa menyimpannya di rumah.
Mungkin karena:
Mulai dari Ajwa,
Sukari,
sampai Medjool,
setiap jenis punya karakter rasa yang berbeda.
Dan biasanya,
jamaah mulai punya “kurma favoritnya sendiri” setelah pulang 😄

Banyak jamaah awalnya mengira nasi Arab akan terasa terlalu berat.
Tapi setelah dicoba beberapa kali,
justru banyak yang mulai menyukai:
Apalagi saat disantap bersama lauk daging atau ayam,
aromanya memang sulit dilupakan.
Karena itu tidak sedikit yang akhirnya mulai mencari:
setelah kembali ke Indonesia.
Ada juga yang justru kangen minuman sederhananya.
Seperti:
Karena biasanya dinikmati sambil istirahat setelah ibadah,
suasananya jadi ikut membekas.
Kadang yang dirindukan bukan cuma rasanya,
tetapi momen saat menikmatinya.
Snack kecil juga sering jadi favorit jamaah.
Seperti:
Karena:
Biasanya justru makanan kecil seperti ini yang cepat habis dibagikan setelah pulang 😄
Walaupun sederhana,
banyak jamaah merasa ada rasa berbeda saat meminum zamzam.
Dan setelah pulang,
tidak sedikit yang tetap menyimpan zamzam di rumah untuk diminum sedikit demi sedikit.
Karena kadang yang membuatnya spesial bukan hanya airnya,
tetapi kenangan dan perjalanan yang menyertainya.
Karena makanan sering tersimpan bersama pengalaman.
Aroma tertentu bisa mengingatkan suasana.
Rasa tertentu bisa mengingatkan perjalanan.
Dan mungkin itu juga yang membuat banyak jamaah merasa:
hal-hal sederhana dari Tanah Suci terasa begitu membekas.
Menariknya,
setelah umroh banyak orang mulai terbiasa menyimpan:
di rumah untuk konsumsi sehari-hari.
Bukan lagi sekadar oleh-oleh,
tetapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan.

Setiap jamaah mungkin punya pengalaman yang berbeda.
Tapi banyak yang sepakat,
ada makanan-makanan tertentu dari Tanah Suci yang selalu berhasil mengingatkan kembali pada perjalanan umroh.
Mulai dari kurma,
nasi Arab,
teh hangat,
hingga snack sederhana,
semuanya punya kenangan tersendiri.
Karena terkadang,
rasa rindu memang bisa datang dari hal yang paling sederhana.