Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00
Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00


Banyak orang mengira yang paling dirindukan setelah umroh adalah tempatnya.
Masjidil Haram.
Masjid Nabawi.
Atau suasana ibadahnya.
Dan memang benar.
Tapi setelah pulang,
banyak jamaah justru sadar…
yang paling sering tiba-tiba muncul di ingatan adalah hal-hal kecilnya.
Hal sederhana yang dulu mungkin terasa biasa saja,
namun setelah kembali ke rumah,
justru terasa sangat membekas.
Di Tanah Suci,
jalan kaki terasa seperti bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pulang dari masjid,
melewati banyak jamaah,
udara malam,
dan suasana yang tenang.
Mungkin dulu terasa biasa.
Tapi setelah pulang,
momen sederhana itu justru sering dirindukan.

Kadang bukan makanan besarnya yang diingat.
Justru:
segelas teh hangat,
air zamzam dingin,
atau kurma kecil setelah ibadah.
Karena dinikmati di waktu yang tepat,
rasanya jadi sangat membekas.
Dan anehnya,
hal sederhana seperti itu sering tiba-tiba teringat lagi setelah pulang.
Ada suasana yang sulit dijelaskan saat adzan berkumandang di Tanah Suci.
Aktivitas melambat.
Orang-orang mulai berjalan menuju masjid.
Dan suasananya terasa berbeda.
Mungkin karena itu,
banyak jamaah merasa suasana di sana lebih menenangkan.
Kurma seperti selalu ada di mana-mana.
Di hotel.
Di masjid.
Di kamar.
Di tas jamaah.
Dan setelah pulang,
tidak sedikit yang akhirnya mulai terbiasa menyimpan kurma di rumah.
Karena tanpa sadar,
kurma menjadi bagian dari rutinitas selama di sana.

Ini salah satu yang paling sering dirindukan jamaah.
Lampu yang hangat.
Orang-orang yang tetap ramai meski malam.
Dan suasana yang terasa tenang.
Bahkan banyak yang mengatakan,
duduk diam di sekitar Masjid Nabawi saja sudah terasa menenangkan.
Banyak momen makan di Tanah Suci sebenarnya sederhana.
Nasi Arab,
kurma,
teh,
atau snack kecil.
Tapi karena dinikmati bersama perjalanan ibadah,
rasanya jadi berbeda.
Dan sering kali,
yang dirindukan bukan hanya makanannya…
tetapi suasana saat menikmatinya.
Karena pengalaman biasanya tersimpan dalam detail kecil.
Aroma tertentu bisa mengingatkan suasana.
Rasa tertentu bisa mengingatkan perjalanan.
Bahkan benda sederhana bisa membawa kembali banyak kenangan.
Itulah kenapa setelah pulang,
kadang seseorang tiba-tiba merasa rindu hanya karena:
Menariknya,
beberapa kebiasaan dari Tanah Suci sering tetap terbawa setelah pulang.
Seperti:
Hal-hal kecil itu perlahan menjadi bagian dari keseharian.
Setiap jamaah mungkin punya cerita yang berbeda.
Namun banyak yang sepakat,
yang paling sering membuat rindu justru bukan hal besar…
melainkan momen-momen sederhana yang dulu dijalani setiap hari di Tanah Suci.
Karena terkadang,
kenangan paling membekas memang datang dari hal-hal kecil yang pernah dirasakan dengan hati tenang.