Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00
Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00


Saffron dikenal sebagai salah satu rempah paling bernilai di dunia. Bentuknya memang kecil dan tipis, tetapi aroma, warna, dan cita rasanya dapat memberikan karakter yang sangat berbeda pada makanan maupun minuman.
Masalahnya, karena harganya cukup mahal, banyak orang justru ragu saat pertama kali menggunakannya.
Apakah saffron harus langsung dimasukkan ke masakan?
Haruskah direndam terlebih dahulu?
Berapa banyak saffron yang diperlukan?
Ternyata, cara menggunakan saffron cukup sederhana jika Anda memahami cara mengeluarkan aroma dan warnanya.
Salah satu cara populer menggunakan saffron adalah dengan merendam atau menyeduh helaian saffron dalam cairan hangat sebelum dicampurkan ke makanan.
Proses ini membantu melepaskan warna dan aroma saffron sehingga dapat tersebar lebih merata dalam masakan. Saffron juga dapat ditambahkan langsung ke hidangan tertentu yang memiliki cukup cairan dan waktu memasak yang memadai.
Untuk penggunaan sehari-hari, metode seduh merupakan cara yang praktis dan mudah dikontrol.
Berikut metode sederhana yang dapat digunakan untuk berbagai masakan dan minuman.
Gunakan saffron dalam bentuk helaian atau threads.
Karena saffron memiliki aroma yang kuat, Anda tidak membutuhkan banyak helaian untuk memberikan karakter pada makanan.
Letakkan saffron ke dalam sedikit air hangat.
Biarkan beberapa saat agar warna dan aromanya keluar.
Beberapa resep menggunakan waktu sekitar 15–20 menit sebelum cairan saffron digunakan. Salah satu resep dari University of Vermont, misalnya, menggunakan saffron yang dicampur dengan air hangat dan didiamkan selama 15–20 menit.
Setelah warna dan aroma mulai keluar, cairan tersebut dapat ditambahkan ke masakan atau minuman.
Tidak perlu membuang helaian saffron jika Anda ingin tetap menggunakannya dalam hidangan.
Saffron tidak hanya digunakan dalam makanan. Rempah ini juga dapat digunakan untuk memberikan aroma dan warna pada minuman.
Cara paling sederhana adalah membuat seduhan saffron.
Masukkan beberapa helaian saffron ke dalam air hangat, kemudian diamkan hingga warna dan aromanya keluar.
Setelah itu, minuman dapat disajikan sesuai selera.
Saffron juga dapat dipadukan dengan susu.
Cukup seduh saffron terlebih dahulu menggunakan sedikit cairan hangat, kemudian campurkan ke dalam susu.
Susu memberikan rasa creamy yang dapat membantu menyeimbangkan karakter saffron.
Saffron dapat dipadukan dengan teh atau digunakan sebagai infus sederhana.
Anda juga dapat mengombinasikannya dengan bahan aromatik lain seperti kapulaga atau kayu manis untuk mendapatkan karakter minuman yang lebih kompleks.
Namun, gunakan saffron secukupnya agar aromanya tidak mendominasi.
Saffron memiliki sejarah panjang dalam berbagai tradisi kuliner. Rempah ini digunakan untuk memberikan warna, aroma, dan cita rasa khas pada makanan.
Berikut beberapa contoh penggunaannya.
Ini merupakan salah satu penggunaan saffron yang paling populer.
Cairan saffron dapat dicampurkan ke dalam nasi untuk menghasilkan warna kuning keemasan sekaligus aroma khas.
Saffron juga banyak digunakan dalam berbagai hidangan nasi di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.
University of California Agriculture and Natural Resources, misalnya, menyediakan resep pilaf yang menggunakan saffron bersama kaldu dan air sebelum dimasak bersama nasi.
Saffron sangat cocok dipadukan dengan beras basmati.
Aroma saffron yang khas berpadu dengan karakter beras basmati yang harum sehingga menghasilkan hidangan yang sederhana tetapi terasa lebih istimewa.
Salah satu resep saffron rice dari University of Vermont menggunakan helaian saffron yang dihancurkan dan dilarutkan dalam air panas sebelum dicampurkan ke nasi.
Saffron juga dapat digunakan dalam makanan penutup.
Rempah ini dapat dipadukan dengan:
Karakter aromanya memberikan sentuhan yang berbeda pada dessert yang memiliki rasa relatif lembut.
Saffron juga dapat digunakan dalam berbagai hidangan gurih seperti nasi, seafood, sup, atau hidangan berbasis kaldu.
Untuk masakan dengan banyak cairan dan waktu memasak yang cukup, saffron bahkan dapat ditambahkan langsung ke dalam masakan tanpa proses seduh terpisah.
Tidak ada satu takaran universal karena kebutuhan saffron bergantung pada jenis hidangan, jumlah makanan, kualitas saffron, dan intensitas aroma yang diinginkan.
Prinsip sederhananya:
Gunakan sedikit terlebih dahulu, lalu sesuaikan.
Saffron memiliki karakter aroma dan rasa yang kuat. Menggunakan terlalu banyak bukan berarti otomatis menghasilkan makanan yang lebih enak. Bahkan, penggunaan berlebihan dapat memberikan rasa yang terlalu pahit atau dominan.
Karena itu, saffron sebaiknya diperlakukan sebagai rempah aromatik, bukan seperti bahan utama.
Tidak selalu.
Saffron dapat digunakan dalam bentuk helaian. Namun, beberapa metode memasak menggunakan saffron yang dihancurkan terlebih dahulu untuk membantu memperluas permukaan bahan dan mempermudah ekstraksi warna serta aroma.
Dalam beberapa resep tradisional, saffron dihancurkan kemudian dilarutkan dalam cairan hangat sebelum digunakan.
Jika ingin menghancurkannya, lakukan secara perlahan agar helaian tidak terbuang.
Karena harganya mahal, sebenarnya penggunaan sedikit justru menjadi salah satu kelebihan saffron.
Terlalu banyak dapat membuat karakter rasa menjadi terlalu dominan.
Untuk hidangan tertentu, memasukkan helaian secara langsung dapat membuat aroma dan warnanya tidak tersebar merata.
Menyeduhnya terlebih dahulu dapat membantu mendistribusikan karakter saffron ke seluruh hidangan.
Jika Anda membuat infus saffron, gunakan jumlah cairan secukupnya sesuai kebutuhan resep agar warna dan aromanya tidak terlalu encer.
Saffron sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya langsung, panas, dan kelembapan agar kualitas aromanya lebih terjaga.
Karena saffron digunakan dalam jumlah sedikit, satu kemasan dapat bertahan cukup lama.
Agar kualitasnya tetap terjaga:
Penyimpanan dalam wadah tertutup dan terlindung dari cahaya merupakan salah satu rekomendasi untuk mempertahankan aroma saffron.
Menariknya, penggunaan saffron tidak membutuhkan teknik memasak yang rumit.
Justru karena karakter aromanya kuat, sedikit saffron dapat memberikan perubahan pada warna dan aroma makanan.
Mulai dari nasi basmati, minuman susu, teh, hingga dessert, saffron dapat digunakan dalam berbagai kreasi.
Yang terpenting adalah menggunakannya secara hemat dan memberikan waktu agar aroma serta warnanya keluar dengan baik.
Pada dua artikel sebelumnya, kita telah membahas:
Apa itu saffron dan mengapa harganya mahal?
Kemudian:
Bagaimana cara memilih saffron yang berkualitas?
Sekarang tahap terakhir adalah memanfaatkannya.
Dengan memahami cara menyeduh, mengolah, dan menyimpan saffron, Anda tidak perlu takut menggunakan rempah ini hanya karena harganya mahal.
Justru karena saffron bernilai tinggi, penggunaannya yang tepat akan membuat setiap helai menjadi lebih maksimal.
Saffron dapat digunakan untuk berbagai makanan dan minuman, mulai dari nasi, minuman susu, teh, hingga dessert.
Salah satu cara paling praktis adalah menyeduh saffron dalam sedikit cairan hangat terlebih dahulu, kemudian menggunakan cairan tersebut dalam masakan atau minuman. Metode ini membantu warna dan aroma saffron lebih merata.
Gunakan saffron secukupnya, simpan dalam wadah kedap udara, dan jauhkan dari panas, cahaya, serta kelembapan.
Dengan cara yang tepat, sedikit saffron sudah cukup untuk memberikan warna keemasan dan aroma khas pada hidangan Anda.