Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00
Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00


Banyak yang mengira bahwa penjualan kurma hanya ramai saat Ramadan. Faktanya, kurma setelah Lebaran tetap memiliki pasar yang stabil, bahkan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Bagi pelaku usaha, momen setelah Lebaran justru menjadi waktu yang menarik karena persaingan mulai menurun, sementara permintaan tetap ada.
Jawabannya: masih sangat laku, meskipun tidak sebooming saat Ramadan.
Beberapa alasan utamanya:
Artinya, pasar kurma tidak berhenti setelah Lebaran, hanya berubah pola konsumsi.
Setelah Ramadan, perilaku pembeli cenderung berubah:
1. Dari konsumsi massal ke konsumsi pribadi
Jika saat Ramadan orang membeli dalam jumlah besar, setelah Lebaran pembelian lebih kecil namun tetap rutin.
2. Lebih selektif terhadap kualitas
Konsumen mulai memilih kurma yang lebih premium untuk konsumsi pribadi.
3. Fokus ke produk siap saji
Kemasan kecil, praktis, dan menarik lebih diminati dibandingkan kemasan besar.
Agar penjualan tetap berjalan, diperlukan penyesuaian strategi.
Hindari narasi musiman. Ganti dengan pendekatan seperti:
Produk dengan ukuran:
lebih cepat terjual dibandingkan kemasan kiloan setelah Lebaran.
Kurma yang terlihat:
akan lebih menarik perhatian, terutama untuk market retail.
Kurma bisa tetap dijual dalam bentuk:
Tidak harus selalu dikaitkan dengan Lebaran.
Setelah Lebaran, banyak toko tetap membutuhkan stok kurma dalam jumlah stabil. Ini menjadi peluang untuk bermain di segmen B2B.
Kurma memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produk lain:
Hal ini membuat kurma menjadi produk yang relatif stabil untuk dijadikan bisnis jangka panjang.
Kurma bukan hanya produk musiman. Dengan strategi yang tepat, penjualan kurma setelah Lebaran tetap bisa berjalan dan menghasilkan.
Bagi pelaku usaha, ini adalah momen untuk mengoptimalkan pasar dengan pendekatan yang lebih fleksibel, mulai dari retail hingga grosir.
Jika dimanfaatkan dengan baik, kurma bisa menjadi produk yang terus bergerak, bahkan di luar musim puncak sekalipun.