Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00
Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00


Pernahkah Anda memperhatikan bahwa rumah-rumah, hotel, atau toko di Timur Tengah sering memiliki aroma yang khas dan menenangkan? Aroma tersebut bukan hanya berasal dari parfum yang digunakan penghuni rumah, tetapi juga dari tradisi membakar bukhoor, sebuah pengharum ruangan yang telah menjadi bagian dari budaya Timur Tengah selama berabad-abad.
Bukhoor bukan sekadar pengharum ruangan. Bagi banyak masyarakat di Timur Tengah, bukhoor melambangkan keramahan, kehangatan, dan penghormatan kepada tamu. Hingga kini, tradisi tersebut masih terus dipertahankan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bukhoor adalah campuran serpihan kayu aromatik—sering kali menggunakan kayu gaharu (oud)—yang dipadukan dengan minyak wangi, resin, bunga kering, atau rempah-rempah. Campuran ini kemudian dibakar di atas arang atau alat pembakar elektrik sehingga menghasilkan asap harum yang memenuhi ruangan.
Karena proses pembuatannya berbeda-beda, setiap bukhoor memiliki karakter aroma yang unik.
Tradisi menggunakan bukhoor telah dikenal sejak zaman kuno. Wewangian memiliki peran penting dalam berbagai peradaban di Jazirah Arab, baik untuk menyambut tamu, mengharumkan rumah, maupun digunakan pada acara keluarga dan perayaan.
Kebiasaan ini berkembang karena masyarakat Timur Tengah sangat menghargai kebersihan, kenyamanan, dan pengalaman menyambut tamu dengan baik. Aroma harum menjadi salah satu cara menciptakan suasana yang hangat dan berkesan.
Aroma bukhoor dapat membuat ruangan terasa lebih hangat dan menyenangkan. Karena itu, banyak keluarga menyalakannya sebelum tamu datang atau saat berkumpul bersama keluarga.
Di berbagai negara Timur Tengah, menyajikan kopi Arab (qahwa), kurma, dan mengharumkan ruangan dengan bukhoor merupakan bentuk penghormatan kepada tamu.
Tradisi ini masih mudah dijumpai hingga sekarang.
Dibandingkan pengharum ruangan biasa, bukhoor dikenal menghasilkan aroma yang kaya dan dapat bertahan cukup lama pada ruangan maupun kain.
Meskipun sama-sama menghasilkan aroma harum, bukhoor dan parfum memiliki fungsi yang berbeda.
| Bukhoor | Parfum |
|---|---|
| Digunakan untuk mengharumkan ruangan | Digunakan pada tubuh atau pakaian |
| Dibakar menggunakan alat khusus | Disemprotkan atau diaplikasikan langsung |
| Menghasilkan asap aromatik | Tidak menghasilkan asap |
| Menciptakan suasana ruangan yang harum | Memberikan aroma personal |
Keduanya sering digunakan bersamaan untuk menciptakan pengalaman wewangian yang lebih lengkap.
Banyak orang mengira bukhoor dan oud adalah hal yang sama. Padahal keduanya berbeda.
Oud adalah aroma atau bahan yang berasal dari kayu gaharu dan sering digunakan sebagai bahan baku parfum maupun bukhoor.
Sementara bukhoor adalah campuran berbagai bahan aromatik yang dibakar untuk menghasilkan aroma harum di dalam ruangan. Beberapa jenis bukhoor memang menggunakan oud sebagai salah satu komponennya.
Meski berasal dari Timur Tengah, bukhoor kini semakin dikenal di berbagai negara. Banyak orang menggunakannya untuk menciptakan suasana yang nyaman di rumah, terutama saat menerima tamu atau berkumpul bersama keluarga.
Bagi pencinta budaya Timur Tengah, bukhoor menjadi salah satu cara sederhana untuk menghadirkan nuansa khas kawasan tersebut di rumah.
Bukhoor merupakan bagian dari tradisi wewangian Timur Tengah yang telah diwariskan selama berabad-abad. Selain berfungsi sebagai pengharum ruangan, bukhoor juga mencerminkan nilai keramahan dan penghormatan kepada tamu yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Timur Tengah.
Mengenal bukhoor membantu kita memahami bahwa di balik setiap aroma khas Timur Tengah, terdapat sejarah, budaya, dan tradisi yang masih terus hidup hingga saat ini.