Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00
Alamat
Jl. Kapten Mulyadi No.175, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118
Jam Operasional
Senin - Minggu: 08:30 - 20:00


Pernah memakai parfum dengan aroma khas Timur Tengah lalu merasa wanginya masih terasa berjam-jam kemudian?
Hal ini sering membuat orang bertanya, apa sebenarnya yang membuat parfum Arab bisa tahan lama?
Banyak orang langsung mengaitkannya dengan oud, musk, amber, atau minyak parfum. Ada benarnya, tetapi ketahanan parfum sebenarnya tidak ditentukan oleh satu bahan saja.
Formulasi parfum, konsentrasi bahan aromatik, karakter aroma, kondisi kulit, hingga cara parfum digunakan semuanya dapat memengaruhi berapa lama wanginya bertahan.
Mari kita bahas.
Tidak.
Sebutan “parfum Arab” lebih menggambarkan gaya, tradisi, atau karakter wewangian yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Istilah tersebut bukan jaminan bahwa sebuah parfum pasti memiliki ketahanan tertentu.
Ada parfum Timur Tengah yang memiliki aroma sangat kuat dan tahan lama, tetapi ada juga yang dibuat dengan karakter ringan dan segar.
Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan:
“Apakah parfum Arab pasti tahan lama?”
Melainkan:
“Apa yang membuat sebuah parfum dapat bertahan lama di kulit?”
Salah satu faktor yang memengaruhi ketahanan parfum adalah konsentrasi bahan aromatik di dalam formulanya.
Secara umum, parfum dengan konsentrasi bahan aromatik yang lebih tinggi cenderung memiliki daya tahan lebih panjang dibandingkan formulasi yang lebih encer. Namun, konsentrasi bukan satu-satunya faktor.
Dua parfum dengan konsentrasi yang sama tetap dapat memiliki performa yang berbeda karena formulasi dan bahan yang digunakan tidak sama.
Jadi, konsentrasi dapat memengaruhi longevity, tetapi tidak menjadi satu-satunya penentu.
Dalam dunia parfum, kita mengenal tiga lapisan aroma:
Base notes merupakan aroma yang biasanya bertahan paling lama setelah aroma pembuka mulai berkurang.
Bahan dengan karakter lebih berat dan volatilitas lebih rendah sering digunakan dalam bagian dasar parfum. Karakter tersebut dapat membantu aroma bertahan lebih lama.
Inilah alasan parfum dengan karakter woody, musky, ambery, atau resinous sering terasa lebih “menempel” dibandingkan aroma yang sangat ringan dan segar.
Jika berbicara tentang parfum Timur Tengah, sulit untuk melewatkan oud.
Oud berasal dari kayu gaharu dan memiliki karakter aroma yang dalam, woody, resinous, dan kompleks.
Dalam dunia parfum, oud sering digunakan untuk menciptakan aroma yang kaya dan berlapis.
Namun, perlu diingat:
Tidak semua parfum yang menggunakan oud otomatis tahan lama.
Performa parfum tetap bergantung pada keseluruhan formulasi.
Selain oud, musk merupakan salah satu karakter aroma yang sangat populer dalam parfum.
Musk dapat memberikan kesan:
Musk juga mudah dipadukan dengan berbagai karakter aroma lain seperti oud, amber, floral, dan vanilla.
Karena itu, musk sering digunakan dalam komposisi parfum untuk memberikan karakter pada bagian akhir aroma.
Amber juga banyak ditemukan dalam parfum bergaya Timur Tengah.
Karakter amber umumnya memberikan kesan:
Ketika dipadukan dengan musk atau woody notes, amber dapat menghasilkan aroma yang lebih dalam dan berlapis.
Salah satu daya tarik parfum Timur Tengah adalah keberanian dalam memadukan berbagai karakter aroma.
Contohnya:
Oud + Musk + Amber
atau:
Rose + Oud + Saffron + Musk
atau:
Vanilla + Amber + Woody Notes
Perpaduan seperti ini membuat aroma parfum berkembang secara bertahap.
Ketika top notes mulai berkurang, middle dan base notes mengambil peran.
Itulah mengapa parfum dapat memiliki aroma yang berbeda saat pertama kali disemprotkan dibandingkan beberapa jam kemudian.
Parfum tidak selalu bertahan dengan cara yang sama pada setiap orang.
Kondisi kulit dapat memengaruhi bagaimana aroma berkembang dan bertahan.
Kulit yang sangat kering, misalnya, dapat membuat aroma terasa lebih cepat menghilang dibandingkan kulit dengan kelembapan yang lebih baik.
Karena itu, jangan heran jika parfum yang terasa bertahan lama pada seseorang justru terasa lebih cepat hilang pada orang lain.
Hal tersebut merupakan hal yang normal.
Memilih parfum yang bagus saja belum tentu cukup.
Cara menggunakannya juga dapat memengaruhi pengalaman memakai parfum.
Parfum dapat diaplikasikan pada area seperti:
Setelah menyemprotkan parfum, biarkan mengering secara alami.
Tidak perlu langsung menggosoknya.
Ini merupakan kebiasaan yang cukup umum.
Setelah menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan, sebagian orang langsung menggosok kedua pergelangan tangan.
Sebaiknya biarkan parfum mengering dan berkembang secara alami di kulit.
Dengan begitu, Anda dapat menikmati perubahan aroma dari awal hingga dry down.
Aroma citrus seperti lemon, bergamot, orange, dan grapefruit memberikan kesan segar dan ringan.
Aroma tersebut umumnya lebih volatil dibandingkan banyak bahan yang digunakan sebagai base notes.
Namun, bukan berarti parfum dengan aroma citrus pasti tidak tahan lama.
Jika formulanya memiliki base notes yang tepat, parfum dengan karakter segar juga dapat memiliki performa yang baik.
Ada dua istilah penting dalam dunia parfum:
Longevity adalah berapa lama aroma masih dapat terdeteksi setelah parfum digunakan.
Projection adalah seberapa jauh aroma parfum dapat tercium dari tubuh pemakainya.
Keduanya berbeda.
Sebuah parfum dapat memiliki longevity tinggi tetapi projection yang relatif dekat dengan kulit.
Sebaliknya, parfum lain dapat memiliki projection sangat kuat pada awal pemakaian tetapi aromanya berkurang lebih cepat.
Jadi, parfum yang memenuhi satu ruangan dengan aroma pada awal pemakaian belum tentu menjadi parfum yang paling tahan lama.
Tidak selalu.
Harga parfum dipengaruhi berbagai faktor, seperti:
Ketahanan aroma hanya salah satu aspek dalam menilai pengalaman sebuah parfum.
Karena itu, jangan menggunakan harga sebagai satu-satunya indikator kualitas atau ketahanan parfum.
Parfum non alkohol juga cukup populer dalam dunia wewangian Timur Tengah.
Namun, parfum non alkohol tidak otomatis lebih tahan lama.
Ketahanan tetap bergantung pada formulasi, bahan aromatik, konsentrasi, serta kondisi kulit pemakainya.
Karena itu, jangan memilih parfum hanya berdasarkan klaim “non alkohol” atau “tahan lama”. Perhatikan juga karakter aroma yang sesuai dengan selera Anda.
Jika ingin mendapatkan performa terbaik dari parfum yang Anda miliki:
Bagi Anda yang menyukai parfum dengan karakter khas Timur Tengah, Zabir menghadirkan pilihan aroma yang terinspirasi dari dunia wewangian Arab.
Mulai dari karakter musk, oud, amber, hingga berbagai perpaduan fragrance notes lainnya, setiap aroma memiliki karakter yang berbeda.
Karena parfum bukan hanya tentang seberapa lama aromanya bertahan.
Parfum juga tentang bagaimana aroma berkembang, bagaimana aromanya terasa di kulit, dan apakah karakter tersebut sesuai dengan kepribadian pemakainya.
Jadi, mengapa parfum Arab sering terasa tahan lama?
Bukan karena semua parfum Arab otomatis lebih awet.
Ketahanan parfum dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari konsentrasi bahan aromatik, formulasi, karakter base notes, bahan seperti oud dan musk, kondisi kulit, hingga cara parfum digunakan.
Karakter oud, musk, amber, woody, dan resinous memang sering ditemukan dalam parfum bergaya Timur Tengah dan dapat memberikan kesan aroma yang lebih dalam dan persisten.
Namun, performa setiap parfum tetap bergantung pada formulasi masing-masing.
Jika Anda menyukai parfum dengan karakter hangat, kaya, woody, musky, dan berlapis, parfum bergaya Timur Tengah layak untuk dieksplorasi.
Setelah mengetahui mengapa parfum bisa bertahan lama, pertanyaan berikutnya menjadi menarik:
Oud, Musk, dan Amber sebenarnya apa bedanya? Dan aroma mana yang paling cocok untuk Anda?
Temukan jawabannya pada artikel berikutnya di blog Tayyiba.